24Apr
“Aku capek. Badanku sakit semua,” keluh seorang pria suatu malam. Dia memandangi istrinya yang sedang menidurkan anak-anak mereka. “Enak sekali jadi istriku. Setiap hari di rumah saja. Coba dia seharian bekerja seperti aku,” pikirnya.
Malam itu, sebelum tidur pria itu berdoa. “Tuhan yang baik, Saya bekerja delapan jam sehari sementara istri saya tinggal di rumah saja. Saya ingin dia merasakan yang harus saya alami setiap hari. Tuhan, tolong supaya kami bisa bertukar badan. Sehari saja. Amin!”
Tuhan memang Mahabaik. Dia mengabulkan doa pria itu.
Pagi harinya, pria itu bangun dalam tubuh perempuan. Tubuh istrinya. Read the rest of this entry »
Filed under: Uncategorized
Tags: joke
21Apr
Ini pelat nomor mobil yang saya lihat di Manchester, New Hampshire, AS. Live free or die bahkan menjadi moto resmi negara bagian yang termasuk dalam kawasan New England itu. Ini mungkin moto paling kondang di AS.
Read the rest of this entry »
Filed under: Uncategorized
07Apr
Surabaya, 5 April 2009
Hari terakhir Surabaya Handicraft Bazaar 2009. Bu Tjahjani Retno Wilis bikin acara workshop bikin tie dye alias jumputan.
Ada undangan khusus dari Bu Wilis buat wartawan. Kami boleh ikut kursus singkat jumputan ini tanpa bayar. Sebenarnya biayanya tidak mahal sih, cuma Rp 25.000. Read the rest of this entry »
Filed under: Uncategorized
Tags: tie dye
07Apr
by Alejandro Sanz & Andrea Corrs
One more day, one last look
Before I leave it all behind
And play the role that’s meant for us
That said we’d say goodbye
One more night by your side
Where our dreams collide
And all we have is everything
And there’s no pain, no hurt
There’s no wrong it’s all right
Read the rest of this entry »
Filed under: Uncategorized
02Apr
Catatan Perjalanan dari Negeri Obama (Ditulis untuk Harian Surya)
Concord, 31 Agustus 2008
Tadi pagi kami meninggalkan hiruk-pikuk New York City. Lega rasanya segera bebas dari sumpeknya kota besar itu. Saya belum bisa membayangkan seperti apa New Hampshire.
Setelah check out dari Hotel Central Park, kami diantar mobil van ke bandara La Guardia. Koper saya makin berat setelah ketambahan sekitar 10 kaos bertuliskan New York untuk oleh-oleh. Ternyata kami tidak langsung ke New Hampshire. Dari La Guardia kami harus ganti pesawat di Baltimore, kalau tidak salah.
Perjalanan kali ini cukup menegangkan. Kami menumpang pesawat kecil merek Saab, buatan Swedia. Guncangannya keras sekali, seperti naik Nomad, pesawat patroli Armatim. Saya takut tidak bisa pulang karena pesawat jatuh duluan. Read the rest of this entry »
Filed under: Uncategorized
02Apr
Catatan Perjalanan dari Negeri Obama (Ditulis untuk Harian Surya)
Contoocook, 1 September 2008
Labor Day! Hari libur nasional di Amerika. Hari ini jadwal kami adalah piknik ke Hopkinton State Fair di Contoocook. Jaraknya sekitar 20 menit perjalanan dari Concord.
Selain nonton Broadway, buat saya ini program ini paling menarik dan pasti berbeda. Saya benar-benar ingin tahu pameran petani Amerika.
Umur Hopkinton State Fair (HSF) ini sudah tua. Pertama kali digelar pada 5-6 Oktober 1915. Dulu namanya Contoocook Valley Fair. Tapi Contoocook Board of Trade (CBT) menetapkan namanya menjadi Hopkinton State Fair pada 2 Desember 1925. Read the rest of this entry »
01Apr
Kabar dari Negeri Obama (Ditulis untuk Harian Surya)
New York, 30 Agustus 2008
Dulu saya punya cita-cita. Kalau ada kesempatan ke Amerika, saya harus nonton pertunjukan di Broadway. Saya pikir, itu hanya cita-cita atau impian.
Tapi Tuhan memang baik. Saya mendapat kesempatan ke New York dan nonton drama musikal di panggung paling kondang dunia itu.
Sebenarnya para cowok dalam rombongan program International Visitors Leadership (IVL) tidak begitu suka pada ide nonton Broadway. Tapi kaum cewek menang. Bagaimana mungkin menyia-nyiakan kesempatan nonton panggung musikal itu saat sudah di New York. Apalagi tiketnya ditraktir. Read the rest of this entry »
Filed under: USA, surya
Tags: Broadway, new york
01Apr
Catatan Perjalanan di Negeri Obama (Ditulis untuk Harian Surya)
New York, 30 Agustus 2008
Kata orang, belum ke New York kalau tidak mendaki puncaknya, Empire State Building. Tapi petualangan ini membuat saya menderita. Antrean sangat panjang.
Pertama kami antre membeli tiket. Mungkin sekitar setengah jam. Saya pikir lepas dari antrean, saya bisa langsung berhadapan dengan loket. Eh, kami masih harus antre pemeriksaan barang. Lima belas menit pun berlalu.
Lolos dari pemeriksaan, kami berhadapan dengan antrean panjang lagi. Please deh! Padahal pelayanannya sangat cepat dan efisien. Dengan tiket di tangan, kami berjalan cepat ke tempat berikutnya. Read the rest of this entry »
31Mar
Catatan Perjalanan di Negeri Obama (Ditulis untuk Harian Surya)

New York, 29 Agustus 2008
New York, here I come! Saya berseru dalam hati begitu menginjakkan kaki di 56th Street 870 Seventh Avenue, lokasi hotel yang akan menjadi ‘rumah’ saya selama dua hari di New York City (NYC). Kami tiba di kota berjuluk The Big Apple itu pada Jumat (29/8) sekitar pukul 8 malam.
Suasananya sangat berbeda dibandingkan dengan Washington DC. Lalu lintas jauh lebih padat, apalagi trotoarnya. Penuh sekali. Read the rest of this entry »
Filed under: USA, surya
Tags: new york
31Mar
Catatan Perjalanan di Negeri Obama (Ditulis untuk Harian Surya)

Philadelphia, 29 Agustus 2008
Setelah enam hari menikmati ketenangan dan keindahan Washington DC, saya, tentu bersama anggota program International Visitors Program lainnya bertolak ke The Big Apple, New York, Jumat (29/8). Kali ini kami menempuhnya lewat darat.
Oh ya, sopir kami ini ganteng sekali. Wajahnya paduan Antonio Banderas dan Mel Gibson. Dari logatnya saya menduga dia bukan orang asli Amerika.
Jarak DC-New York bisa ditempuh dalam waktu sekitar lima jam. Diiringi gerimis yang cukup rapat kami meninggalkan ibukota AS itu. Kami hanya menggunakan jalan-jalan bebas hambatan. Kami melewati tiga negara bagian. Masing-masing Maryland, Pennsylvana, dan Delaware, negara bagian yang diwakili oleh calon wakil presiden Barack Obama Joe Biden.
Kami mendapat kesempatan mampir di Philadelphia. Di kota tua yang cantik itu kami makan siang di Reading Terminal Market. Modelnya seperti pasar tradisional. Di situ orang bisa membeli berbagai jenis daging, baik yang segar maupun olahan. Atau berbagai sayur dan buah-buahan. Ada juga yang menjual bibit bunga dan buku-buku bekas. Read the rest of this entry »